Minggu, 18 Maret 2012

download bokep

download bokep


[Unik] [Amazing]Beberapa makanan dan minuman jika dilihat menggunakan mikroskop elektron

Posted: 18 Mar 2012 01:11 AM PDT


Foto-foto menakjubkan berikut ini berasal dari dua seniman yang sama-sama mempunyai hobi memfoto melalui mikroskop. Satunya, Caren Alpert, seorang fotografer dari Swedia dan satunya lagi orang yang membuat foto pasir menakjubkan, Dr Gary Greenberg.


Spoiler for foto1:

Kristal gula 1. Foto: Dr Gary Greenberg



Spoiler for foto2:

Kristal gula 2. Foto: Dr Gary Greenberg



Spoiler for foto3:

Kristal gula 3. Foto: Dr Gary Greenberg



Spoiler for foto4:

Kristal Wine Zinfandel.



Spoiler for foto5:

Kristal Wine Merlot. Foto: Dr Gary Greenberg



Spoiler for foto6:

Kristal Wine Beaujolais. Foto: Dr Gary Greenberg



Spoiler for foto7:

Star anise. Foto: Caren Alpert ane gk tau ni makanan apaan



Spoiler for foto8:

Blueberry. Foto: Caren Alpert



Spoiler for foto9:

Ekor udang. Foto: Caren Alpert



Spoiler for foto10:

Remahan kue. Foto: Caren Alpert



Spoiler for foto11:

Markisa. Foto: Caren Alpert



Spoiler for foto12:

Tomat kering. Foto: Caren Alpert



Spoiler for foto13:

Kiri: Biji ketimun, Kanan: Anggur. Foto: Dr Gary Greenberg



Spoiler for foto14:


Kiri: Stroberi, Kanan: Kiwi. Foto: Dr Gary Greenberg


update gan


Spoiler for foto15:

sampel buah naga



Spoiler for foto16:

Sampel tanaman rosemary



Spoiler for foto17:

whiskey


sekian trit dari ane





sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=9782766


--
Posting oleh Blog Dijamin Hot ke Unik pada 3/18/2012 01:11:00 AM

[Unik] Masjid Ajaib Di Malang

Posted: 18 Mar 2012 12:41 AM PDT






bangunan sebelum jadi

Betul, orang-orang bilang bahwa ini memang masjid ajaib. Dalam radius puluhan kilometer jika Anda bertanya kemana arah "masjid ajaib" orang-orang akan menunjukkan arah yang tepat. Yaitu masjid yang tidak diketahui dibangun oleh siapa, berapa banyak orang yang mengerjakannya termasuk tukang dan kulinya serta seberapa material semen, pasir dan lain-lain. Singkat kata, masjid itu nongol begitu saja dan terus "bertumbuh" sampai dengan sekarang dan selalu terlihat sebagai "bangunan belum jadi" tapi tidak terlihat tumpukan material dan lalu-lalang pekerja.

Namun, ketika desas-desus ini dikonfirmasi kepada "orang dalam", dikatakan bahwa pembangunan masjid – yang sebenarnya merupakan kompleks pondok pesantren secara keseluruhan – semua bersifat transparan karena dikerjakan oleh santri dan jamaah.





Kompleks pondok terlihat dari jalan raya.

Bantahan dari "orang dalam" itu jelas sekali terpampang di depan meja penerima tamu dengan tulisan besar-besar, "Apabila ada orang yang mengatakan bahwa ini adalah pondok tiban (pondok muncul dengan sendirinya), dibangun oleh jin dsb., itu tidak benar. Karena bangunan ini adalah Pondok Pesantren Salafiyah Bihaaru Bahri 'Asali Fadlaailir Rahmah yang murni dibangun oleh para santri dan jamaah."






Kebun sayuran ini terletak di ketinggian lantai 8

Terlepas dari ajaib atau tidaknya proses pembangunan pondok bertingkat 10 itu, yang jelas dari segi arsitektur menunjukkan cita rasa arsitektural tingkat tinggi yang mungkin dalam proses pembangunannya jelas memerlukan dana yang tidak sedikit. Sebuah proyek akbar yang tentunya melibatkan banyak pihak. Namun kenapa sampai banyak orang tidak tahu dan terkesan "ajaib"? Wallahu 'alam…




sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=11071730


--
Posting oleh Blog Dijamin Hot ke Unik pada 3/18/2012 12:41:00 AM

[Unik] Jenis Alien yang Mungkin Tinggal di Planet Gliese 581d

Posted: 18 Mar 2012 12:11 AM PDT

type='html'>

Tau Kan gan sama planet Gliese 581d :
Spoiler for gliese 581d:


By wakiju11 at 2011-07-14

Planet 581d merupakan suatu planet yang mengorbit pada bintang red dwdarf. Menurut para ilmuwan, planet tersebut berada pada daerah goldilocks, atau daerah yang memungkinkan terjadinya kehidupan. Banyak ilmuwan yang percaya bahwa terdapat kehidupan di sana


Walaupun layak huni seperti bumi, namun keadaan di sana agak berbeda dengan bumi. Silakan di cek :
Spoiler for Keadaan di Gliese 581d:

Memiliki gravitasi beberapa kali lebih besar dari bumi. Berat benda disana bertambah berkali lipat

Keadaan disana sangat ekstrem, atmosfernya kaya akan karbondioksida, sehingga kemungkinan cukup susah untuk bernafas.
Kalau di pilm Dragonball, planet saiyan kan sangat ekstrem dan gravitasinya beberapa kali gravitasi bumi. Mirip ama gliese 581d kan??? sapa tau di Gliese 581d juga ada kehidupan yang serupa, hehehe

Jadi dengan keadaann seekstrim itu, ada suatu bangsa yang mungkin menghuni tempat itu. Bangsa itu adalah :
Spoiler for silakan dicek:



By wakiju11 at 2011-07-14


By wakiju11 at 2011-07-14



By wakiju11 at 2011-07-14
Jawabannya adalah, bangsa Saiyan

Kalau di pilm Dragonball, planet saiyan kan sangat ekstrem dan gravitasinya beberapa kali gravitasi bumi. Mirip ama gliese 581d kan??? sapa tau di Gliese 581d juga ada kehidupan yang serupa, hehehe





sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=9681601


--
Posting oleh Blog Dijamin Hot ke Unik pada 3/18/2012 12:11:00 AM

[Unik] Gorengan kesukaan agan" yg mana ??

Posted: 17 Mar 2012 11:41 PM PDT


lagi-lagi kali ini saya akan menceritakan tentang makanan dan kali ini adalah gorengan
lets cekedaut!


gorengan adalah makanan yang semuanya diolah dengan cara digoreng. makanan yang di goreng itu bermacam - macam karna itulah asal muasal arti dari nama gorengan. makanan yang digoreng itu antara lain adalah:


Spoiler for bakwan:


Spoiler for tempe goreng:


Spoiler for tahu goreng:


Spoiler for pisang goreng:


Spoiler for pisang molen:


Spoiler for risol:


Spoiler for pastel:


Spoiler for ubi goreng:

karena byq request, ditambah 1 lgi gan

Spoiler for cireng:

maav ya bwt agan" ngiler
hhe





sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=8258065


--
Posting oleh Blog Dijamin Hot ke Unik pada 3/17/2012 11:41:00 PM

[Unik] [HOT] Alasan Ahmad Dhani Beli Lagu "Neng Neng Nong Neng" (M Ridho)

Posted: 17 Mar 2012 11:11 PM PDT

type='html'>
Spoiler for M ridho:


JAKARTA - Peserta audisi Indonesian Idol 2012 asal Bandung, Muhamad Ridho, berhasil memukau Ahmad Dhani dengan lagunya yang unik berjudul Kuingin Kita Pacaran Lama Di Sini yang intronya 'neng neng nong neng'.


Walau juri Anang Hermansyah, Agnes Monica, dan Ahmad Dhani sendiri tak memberikan golden ticket untuk audisi di Jakarta bagi Ridho. Karena dia tidak lolos untuk vokal, tapi lagunya dipercaya Dhani bisa disukai masyarakat jika diaransemen lagi.


Kenapa sih Dhani sampai bela-belain beli lagu Ridho sebesar Rp5 juta?


"Gak tahu suka aja sama lagunya, saya suka sama liriknya. Aku tuh suka sama neng neng gitu,hahaha," ucap Dhani setengah bercanda saat ditanya host Olga Syahputra di acara Dahsyat, Jumat (9/3/2012).


Ridho sendiri sangat berterima kasih kepada Dhani, karena dengan uang itu dirinya bisa menabung dan memberikan kepada orangtunya.


"Uang dikasih ke orangtua, ke kakak-kakak saya dan sebagian ditabung," kata Ridho. (tre)



Spoiler for m ridho:


Spoiler for m ridho:




sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=13470807


--
Posting oleh Blog Dijamin Hot ke Unik pada 3/17/2012 11:11:00 PM

[Unik] ♩♪♫♬ Non dhera cewek cantik dan memiliki suara emas asal cianjur gan

Posted: 17 Mar 2012 10:41 PM PDT

type='html'>

Ane gak kenal ama cewek ini gan ane kemaren liat doi di indonesian idol karena suaranya bagus ane jadi suka liatnya gan , mungkin kalo cewek ini jadi the next indonesian idol ane bakal jadi fans pertamanya gan ,pas di acara indonesian idol ketika dhera siagian mau tampil gan dia sempet bawa bakso karena di jahilin sama ahmad dhani gan , lucu banget deh pokoknya , apa lagi pas ane denger suaranya gan wahhhhhhh ! edann gan suaranya gimana gitu sampe agnes aja muji-muji dia , suaranya tuh gan rock tapi ada campur sama popnya gan , kebayang gk tuh gan pokoknya asik banget deh gan suaranya , nah ane sempet liat twitternya gan ternyata di situ foto"nya keren abis gan

BIODATA


Nama: Non Dhera Siagian
Umur: 18 tahun
Asal: cianjur
Sekarang tinggal di bandung gan kalo gk salah
Sma : SMA 1 cianjur
Kampus : Institute Technology National •itenas•






ini foto doi di twitter gan




foto doi sama bandnya gan

Spoiler for lagi manggung pas pensi gan:


Eh ternyata dia udah prnah buat lagu gan sama bandnya nama bandnya say`a
dan lagunya bagus" banget gan sumpah
nih gan ane kasih link buat download lagunya gan

Say 'A - Selamat Pagi
http://www.media*fire..com/?5ly5fuijjvtfiw1



sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=13335896


--
Posting oleh Blog Dijamin Hot ke Unik pada 3/17/2012 10:41:00 PM

[Unik] Bemo dipinggiran Jakarta

Posted: 17 Mar 2012 10:12 PM PDT

type='html'>
Bemo mungkin sulit ditemui di Jakarta ini, karena transportasi ini bisa dibilang ketinggalan jaman dan kalah bersaing dengan transportasi lain apalagi di banding trans Jakarta. Bemo masuk indonesia sekitar tahun 1962 gan, kurang lebih 50 tahun yang lalu.

Spoiler for Bemo:

saat ini masih ada bemo yang beroperasi di jakarta, kebetulan saja saat berangkat kerja ane lewati jalan itu gan, Jl. KRT Rajiman Wedyodiningrat, disini agan-agan akan menemui bemo-bemo yang masih beroperasi menarik penumpang. Kondisi dari bemo sendiri bisa dibilang seperti barang rongsok, tetapi tekatnya begitu luar biasa.


Spoiler for Bemo:

Jl. KRT Rajiman Wedyodiningrat berada tidak jauh dari mall Buaran, agan-agan lurus aja ke arah pulo gadung menaiki fly over buaran, dan disitu lokasinya. Kalo dikemas dengan konsep yang baik mungkin tempat ini bisa dijadikan wisata bemo.



Spoiler for Bemo:





sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=13472055


--
Posting oleh Blog Dijamin Hot ke Unik pada 3/17/2012 10:11:00 PM

[Unik] Dahsyatnya Manfaat Sayur Pare Di Balik Rasa Pahit

Posted: 16 Mar 2012 01:06 AM PDT

type="html">buah-pareHayo.. Siapa yang tidak tahu dengan yang namanya Pare? Tanaman yang mempunyai nama latin Momordica Charantia L ini memang salah satu jenis tanaman yang mempunyai rasanya pahit. Tapi ternyata di balik rasanya yang pahit itu tersimpan banyak sekali manfaat untuk kesehatan.
Tanaman Pare ini berasal dari kawasan Asia Tropis namun tidak dapat diketahui sejak kapan tanaman ini masuk ke wilayah Indonesia. Pare biasanya ditanam di lahan pekarangan atau di sawah bekas padi sebagai penyelang pada musim kemarau. Tanaman pare termasuk dalam kategori tanaman herba menjalar yang hanya berumur satu tahun.

MANFAAT TANAMAN PARE
a. Dapat merangsang nafsu makan
b. Dapat menyembuhkan penyakit kuning
c. Memperlancar pencernaan
d. Obat malaria
e. Dapat menurunkan kadar gula
f. Memperlambat virus HIV-Aids
g. Dengan kandungan vitamin C 120ml/100 gram. Pare dapat berfungsi juga menjaga kecantikan kulit.
h. Melawan sel kanker
i. Mencegah kanker payudara
Selain buah pare, daun pare juga mempunyai manfaat yang tidak kalah dengan buahnya:
a. Dapat menyembuhkan mencret pada bayi
b. Membersihkan darah bagi wanita yang baru melahirkan
c. Dapat menurunkan panas
d. Dapat mengeluarkan cacing kremi
e. Dapat menyembuhkan batuk
Walaupun pare memiliki khasiat yang luar biasa, sebaiknya jangan mengkonsumsi pare secara berlebihan, terutama bagi wanita hamil. Menurut penelitian pada sebuah percobaan terhadap tikus hamil, pemberian jus pare dapat menimbulkan keguguran. Sebaiknya konsultasikan hal tersebut kepada dokter Anda.
Menurut penelitian lainnya, tanaman pare dapat membuat turunnya jumlah sperma. Dengan kata lain pare dapat dikatakan menjadi obat KB alami bagi pria karena mengandung zat antifertilitas. 





sumber

--
Posting oleh Blog Dijamin Hot ke Unik pada 3/16/2012 01:06:00 AM

[Unik] Inilah DJ Tertua di Dunia

Posted: 16 Mar 2012 12:36 AM PDT

type="html">Ternyata ada Nenek nenek yang hebat yang masih aktif didunia hiburan, dia tidak kalah dengan orang orang muda lainnya. tidak seperti nenek nenek lainya yang hanya bisa duduk atau menikmati masa tuanya.
Dunia adalah tempat bermain dan manusia tak pernah terlalu tua untuk belajar hal baru
Tapi nenek yang satu ini yang bernama asli Ruth Flowers
DJ Wika Szmyt dari Warsawa, Polandia, dan berusia 73 Tahun adalah DJ Professional
ternyata dia adalah Nenek paling Tua didunia yang masih aktif dengan Karirnya.
Mammy Rock itulah adalah julukannya. Dia baru memulai karirnya sebagai DJ pada usia 65 tahun,dia pun masih bisa membawa atmosfer muda dan remaja pada lagu-lagu yang dimainkannya.
Ia memainkan musik disko, rumba, atau samba untuk orang-orang seusianya karena menari membuat mereka merasa hidup. Tapi, nenek ini juga tampil di pesta-pesta yang didatangi anak muda.

inilah foto fotonya :










 



sumber

--
Posting oleh Blog Dijamin Hot ke Unik pada 3/16/2012 12:36:00 AM

[Unik] 10 Stasiun Kereta Api Tertua di Indonesia

Posted: 16 Mar 2012 12:06 AM PDT

type="html">10. Stasiun Ijo (1880)
Stasiun Ijo (IJ) adalah stasiun kereta api yang terletak di sebelah barat Stasiun Gombong. Secara administratif, stasiun ini berada di Desa Bumiagung, Kecamatan Rowokele, Kabupaten Kebumen. Selain sebagai stasiun persilangan, fungsi lainnya adalah sebagai pengontrol terowongan jalur rel (disebut Terowongan Ijo) yang berada di sisi timur stasiun ini. Pengelolaan stasiun yang terletak pada ketinggian +25 m dpl ini berada di bawah Daerah Operasi 5 Purwokerto. Stasiun yang dibangun pada pertengahan tahun 1880-an ini jarang disinggahi oleh kereta api. Stasiun berperon sisi ini memiliki tiga jalur rel.

9. Stasiun Malang Kotalama (1879)
Stasiun Malang Kotalama (MLK) merupakan stasiun kereta api yang terletak di Kecamatan Sukun, Malang. Stasiun yang berada pada ketinggian +429 m dpl ini berada di Daerah Operasi 8 Surabaya. Stasiun ini merupakan stasiun KA paling selatan yang berada di Kota Malang, dan tertua, dibangun pada tahun 1879. Penambahan nama "Kotalama" dimaksudkan untuk membedakan dengan Stasiun Malang Kotabaru yang dibangun belakangan.
Dari Stasiun Malang Kotalama terdapat percabangan rel yang menuju ke Dipo Pertamina.Tautan

8. Stasiun Surabaya Kota (1878)
Stasiun Surabaya Kota (SB) yang populer dengan nama Stasiun Semut terletak di Bongkaran, Pabean Cantikan, Surabaya. Letaknya sebelah utara Stasiun Surabaya Gubeng dan juga merupakan stasiun tujuan terakhir di kota Surabaya dari jalur kereta api selatan pulau Jawa yang menghubungkan Surabaya dengan Yogyakarta dan Bandung serta Jakarta. Stasiun lain yang juga penting di Surabaya adalah Stasiun Pasar Turi yang menghubungkan Surabaya dengan Semarang. Baru dalam masa kemerdekaan, Jawatan Kereta Api mengadakan layanan kereta api antara Jakarta dan Surabaya Pasar Turi melalui Semarang.
Berdasarkan sejarahnya, Stasiun Surabaya Kota dibangun ketika jalur kereta api Surabaya-Malang dan Pasuruan mulai dirintis sekitar tahun 1870. Tujuannya untuk mengangkut hasil bumi dan perkebunan dari daerah pedalaman Jatim, khususnya dari Malang, ke Pelabuhan Tanjung Perak yang juga mulai dibangun sekitar tahun itu. Gedung ini diresmikan pada tanggal 16 Mei 1878. Dengan meningkatnya penggunaan kereta api, pada tanggal 11 Nopember 1911, bangunan stasiun ini mengalami perluasan hingga ke bentuknya yang sekarang ini.

7. Stasiun Purwosari (1875)
Stasiun Purwosari (PWS) merupakan stasiun kereta api yang terletak di Jl. Slamet Riyadi No. 502, Purwosari, Lawiyan, Surakarta. Stasiun yang terletak pada ketinggian +98 m dpl ini berada di Daerah Operasi 6 Yogyakarta.
Stasiun Purwosari dibangun pada tahun 1875, dan merupakan stasiun tertua di Surakarta. Pembangunannya ditangani oleh NISM. Stasiun Purwosari berada di wilayah Mangkunegaran.

6. Stasiun Solo Balapan (1873)
Stasiun Solo Balapan (kode: SLO, +93m) adalah stasiun induk di Kestalan dan Gilingan, Banjarsari, Surakarta yang menghubungkan Kota Bandung, Jakarta, Surabaya, serta Semarang. Stasiun ini didirikan oleh jaringan kereta api masa kolonial NIS pada abad ke-19 (tepatnya 1873)

5. Stasiun Kedungjati (1873)
Stasiun Kedungjati (KEJ) merupakan stasiun kereta api yang terletak di Kedungjati, Kedungjati, Grobogan. Stasiun yang terletak pada ketinggian +36 m dpl ini berada di Daerah Operasi 4 Semarang. Stasiun Kedungjati diresmikan pada bulan 21 Mei 1873. Arsitektur stasiun ini serupa dengan Stasiun Willem I di Ambarawa, bahkan dulu beroperasi jalur KA dari Kedungjati ke Ambarawa, yang sudah tidak beroperasi pada tahun 1976. Pada tahun 1907, Stasiun Kedungjati yang tadinya dibangun dari kayu diubah ke bata berplester dengan peron berkonstruksi baja dengan atap dari seng setinggi 14,65 cm.

4. Stasiun Ambarawa (1873)
Museum Kereta Api Ambarawa adalah sebuah stasiun kereta api yang sekarang dialihfungsikan menjadi sebuah museum di Ambarawa, Jawa Tengah yang memiliki kelengkapan kereta api yang pernah berjaya pada zamannya. Salah satu kereta api uap dengan lokomotif nomor B 2502 dan B 2503 buatan Maschinenfabriek Esslingen sampai sekarang masih dapat menjalankan aktivitas sebagai kereta api wisata. Kereta api uap bergerigi ini sangat unik dan merupakan salah satu dari tiga yang masih tersisa di dunia. Dua di antaranya ada di Swiss dan India. Selain koleksi-koleksi unik tadi, masih dapat disaksikan berbagai macam jenis lokomotif uap dari seri B, C, D hingga jenis CC yang paling besar (CC 5029, Schweizerische Lokomotiv und Maschinenfabrik) di halaman museum.

3. Stasiun Lempuyangan (1872)
Stasiun Lempuyangan (kode: LPN, +114 m dpl) adalah stasiun kereta api yang terletak di Kota Yogyakarta, berjarak sekitar 1 km di sebelah timur dari stasiun utama di kota ini, yaitu Stasiun Yogyakarta. Stasiun yang didirikan pada tanggal 2 Maret 1872 ini melayani pemberhentian semua KA ekonomi yang melintasi Yogyakarta. Stasiun Lempuyangan beserta dengan rel yang membujur dari barat ke timur merupakan perbatasan antara Kecamatan Gondokusuman di utara dan Danurejan di selatan.

2. Stasiun Semarang Tawang (1868)
Stasiun Semarang Tawang (kode SMT) adalah stasiun induk di Tanjung Mas, Semarang Utara, Semarang yang melayani kereta api eksekutif dan bisnis. Kereta api ekonomi tidak singgah di stasiun ini. Stasiun ini merupakan stasiun kereta api besar tertua di Indonesia setelah Semarang Gudang dan diresmikan pada tanggal 19 Juli 1868 untuk jalur Semarang Tawang ke Tanggung. Jalur ini menggunakan lebar 1435 mm. Pada tahun 1873 jalur ini diperpanjang hingga Stasiun Solo Balapan dan melanjut hingga Stasiun Lempuyangan di Yogyakarta.

1. Stasiun Semarang Gudang / Tambaksari (1864)
Stasiun ini dibangun pada tanggal 16 Juni 1864 yang diresmikan oleh Gubernur Jenderal Baron Sloet van de Beele. Untuk pengoperasian rute ini, pemerintah Belanda menunjuk Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij (NIS), salah satu markas NIS yang sekarang dikenal sebagai Gedung Lawang Sewu. Dan tepatnya pada 10 Agustus 1867 sebuah kereta meluncur untuk pertama kalinya di stasiun ini.




sumber

--
Posting oleh Blog Dijamin Hot ke Unik pada 3/16/2012 12:06:00 AM

[Unik] Perkembangan Sinema Hong Kong dari Masa ke Masa

Posted: 15 Mar 2012 11:36 PM PDT

type="html">Era Film Bisu

Sejak awal perkembangan sinema industri film Hong Kong berjalan berdampingan bersama industri film China yang berpusat di Shanghai. Opera Cina yang telah ada sejak ribuan tahun silam menjadi akar bagi medium film. Adapun film yang seringkali dianggap sebagai film Hong Kong pertama adalah dua film komedi pendek berjudul Stealing a Roasted Duckdan Right a Wrong with Earthenware Dish masing-masing pada tahun 1909. Film ini disutradarai Liang Shaobo yang juga seorang aktor dan sutradara Opera. Sementara orang yang berjasa di balik awal perkembangan sinema Hong Kong adalah seorang Amerika, Benjamin Brodsky. Brodsky juga turut andil memproduksi film panjang Hong Kong pertama (berdurasi 2 rol) yakni,Zhuangzi Tests His Wife (1913). Film yang diadaptasi dari pertunjukan opera ini diarahkan oleh Lai Man-wai yang kelak dijuluki sebagai Bapak Sinema Hong Kong.

Perkembangan selanjutnya sulit untuk dilacak karena hanya sedikit saja film yang selamat dari perang dunia pertama. Perang juga menghambat perkembangan film di Hong Kong karena industri film sangat bergantung pada stok (negatif) film dari Jerman. Hingga akhirnya pada tahun 1923, Lai Man-wai bersama dua saudaranya begabung bersama Liang Shaobo untuk mendirikan studio lokal pertama di Hong Kong yakni, Minxin Studio atau juga dikenal China Sun Motion Picture Company. Pada tahun 1925, Lai memproduksi film panjang pertama yakni, Rogue yang juga sukses komersil. Namun demonstrasi buruh yang melanda Hong Kong pada saat itu memaksa Lai memindahkan operasinya ke Shanghai.

Era Film Bicara - Perang Dunia II

Kedatangan teknologi suara serta demonstrasi yang mulai mereda di Hong Kong mengubah industri film sangat drastis. Rakyat Cina mayoritas menggunakan bahasa mandarin namun bahasa kanton lebih lazim digunakan warga Hong Kong. Para produser Cina melihat peluang emas ini dan mulai mendirikan studio di Hong Kong untuk memproduksi film-film berbahasa kanton. Perang antara Cina – Jepang yang pecah di tahun 1937 juga memaksa para pelaku industri film di Shanghai pindah ke Hong Kong. Hong Kong selama beberapa waktu menjadi surga bagi para pelaku industri asal Shanghai. Studio-studio besar seperti, Grandview, Tian Yi, Universal, dan Nanyue didirikan. Film-film bergenre adaptasi opera terbukti adalah yang paling sukses pada dekade ini. Hingga akhirnya pada tahun 1941, Jepang menginvasi Hong Kong dan praktis industri film mati total.

Selama era 30-an ini selain film-film adaptasi opera beberapa genre baru bermunculan yakni, perang (propaganda anti Jepang) serta silat. Ketegangan dengan Jepang membuat film-film perang bertema patriotisme dan nasionalis menjadi tema yang populer sejak pertengahan 30-an, sepertiLifeline (1935), Hand to Hand Combat (1937), dan March of the Partisans(1938). Sementara genre silat (umumnya menggunakan pedang) sebenarnya telah populer sejak akhir dekade lalu terutama di Cina melalui adaptasi novel-novel wuxia yang kala itu sangat populer disajikan berseri di surat kabar. Namun pada awal era 30-an pemerintah Cina melarang produksi film-film silat pedang karena dinilai mengandung unsur kekerasan dan tahyul. Hal ini membuat Hong Kong yang merupakan koloni Inggris menjadi sasaran alternatif. Tercatat film silat berbahasa kanton pertama yang diproduksi di Hong Kong adalah The Adamed Pavilion (1938). Setelah perang berakhir kelak silat (dan kung-fu) adalah salah satu genre paling berpengaruh dalam sejarah industri perfilman Hong-Kong.

Era Pasca Perang Dunia

Sesaat setelah perang dunia selesai, perang sipil yang terjadi di Cina kembali memaksa para pelaku industri film di Shanghai kembali eksodus ke Hong Kong. Hong Kong menjadi pusat industri film terbesar yang memproduksi baik film berbahasa mandarin maupun kanton selama dekade mendatang. Film-film berbahasa mandarin cenderung berbujet besar dengan sasaran penonton yang lebih luas, yakni Cina daratan, Hong Kong, Asia Tenggara, hingga wilayah pecinan di seluruh Eropa dan Amerika. Sementara film-film berbahasa kanton umumnya berbujet rendah dan lebih ditujukan untuk pasar Hong Kong sendiri. Film-film lokal ini banyak didominasi oleh genre adaptasi opera Cina dan kung-fu.

Film-film adaptasi opera Cina dimotori oleh dua aktris top, yakni Yam Kim Fai dan Pak Suet Yin. Film mereka yang paling populer adalah The Purple Hairpin (1959) dan mereka telah bermain dalam lima puluh judul film lebih. Sementara pekembangan mendasar terjadi pada genre silat pedang, yakni munculnya genre kung-fu. Berbeda dengan adaptasi novel wuxia yang berisikan silat menggunakan pedang serta unsur fantasi dan mistik, film-film kung-fu lebih membumi dengan aksi-aksi perkelahian tangan kosong yang realistik. Satu contohnya, pahlawan lokal legendaris, Wong Fei Hung mulai difilmkan dengan seri lebih dari seratus judul film sejak akhir 40-an hingga 70-an. Aktor Kwan Tak Hing berperan sebagai sang master kung-fu dimulai dari The True Story of Wong Fei Hung (1949) hingga Wong Fei Hung Bravely Crushing the Fire Formation (1970). Perubahan juga terjadi pada genre silat pedang yang mulai menggunakan efek visual dan animasi untuk mendukung adegan aksi, seperti tampak pada Buddha's Palm (1964) dan The Six-Fingered Lord of the Lute (1965).

Pada tahun 1963, pemerintah kolonial (Inggris) mengeluarkan kebijakan mengharuskan setiap film yang diproduksi di Hong Kong disertai teks terjemahan bahasa Inggris. Beberapa pihak menduga hal ini dimaksudkan untuk menghindari tema serta isi film yang berbau propaganda terhadap Inggris. Para produser juga memasukkan teks terjemahan bahasa Cina sehingga baik penonton berbahasa mandarin maupun kanton dapat sama-sama pula menikmati filmnya. Kebijakan ini tidak disadari kelak akan mempopulerkan film-film Hong Kong pada penonton barat. Hingga akhir dekade 60-an, film berbahasa mandarin semakin mendominasi pasar dan pada awal 70-an, film berbahasa kanton hampir sama sekali tidak diproduksi karena kalah bersaing.

Dominasi Shaw Brothers

Pada era 60-an ada dua studio raksasa yang bersaing menguasai pasar, yakni Shaw Brothers (SB) dan Motion Pictures and General Invesment Limited (MP&GI). SB semakin memperkuat dominasinya di tahun 1964, setelah kepala studio MP&GI tewas dalam kecelakaan pesawat terbang. MP&GI lalu berganti nama menjadi Cathay namun tetap saja kalah bersaing dan akhirnya mereka menutup perusahaannya di tahun 1970. Studio SB sendiri berdiri tahun 1957 namun Shaw Bersaudara, Run Run dan Runme Shaw sebelumnya telah berpengalaman di industri film sejak tiga dekade silam. SB semakin memperlihatkan dominasinya setelah mendirikan studio di Central Bay, Hong Kong pada tahun 1961, dengan luas areal 850.000 hektar dan ribuan karyawan. Dengan segala fasilitas, sineas serta para bintangnya, SB mendominasi industri film selama dua dekade ke depan. Hingga pertengahan 70-an, SB tercatat memiliki 230 teater, satu stasiun televisi, dan sekitar 1,7 juta orang per minggunya melihat film-film produksi SB.

Sukses besar pertama SB adalah melalui The Kingdom and the Beauty(1958) karya Li Han Hsiang yang sukses komersil baik domestik maupun internasional. Sukses berlanjut melalui Magnificent Concubine (1962) yang meraih penghargaan di Cannes Film Festival. Bersama SB, Li Han Hsiang kembali sukses besar melalui film musikal Love Eterne (1963) yang hingga kini masih dianggap karya klasik. SB juga mengubah tradisi genre silat pedang yang semula didominasi bintang wanita menjadi film laga murni melalui film-film sukses macam Come Drink with Me (1966) karya King Hu serta The One Armed Swordsman (1967) karya Chang Cheh.

Era Transisi

Sejak akhir dekade lalu film berbahasa kanton mulai menyusut bahkan hingga tahun 1972 jumlahnya sama sekali nol. SB hingga pertengahan dekade ini masih mendominasi melalui film-film kung-fu yang kini mulai digemari penonton barat. Bersama Chang Ceh, SB memproduksi film-film kung-fu sukses seperti Vengeance (1970), The Boxer from Shantung(1972), Five Deadly Venoms (1978) and Crippled Avengers (1979). Sejak awal dekade ini SB mulai mendapat rival yang serius ketika mantan eksekutifnya yakni, Raymond Chow mendirikan studio, Golden Harvest (GH). Dengan kejeliannya, Chow mengontrak beberapa bintang muda yakni Bruce Lee dan Hui Bersaudara yang kelak membawa perubahan besar bagi industri film Hong Kong.

Bruce Lee bisa dibilang adalah satu-satunya aktor superstar legendaris yang menjadi ikon beladiri di muka bumi ini. Sepanjang karirnya Lee hanya memproduksi lima judul film sebelum ia tewas di tahun 1973, yakni The Big Boss (1971), Fist of Fury (1972), The Way of the Dragon (1972), Enter of the Dragon (1973), dan The Game of Death (1979). (The Game of Death adalah film yang belum ia selesaikan produksi tahun 1972). Lee melalui film-filmnya memperkenalkan aksi perkelahian gaya baru yang cepat dengan kharismanya yang khas. Tercatat tiga film pertamanya memecahkan rekor box office domestik. Sementara sukses besar diraih Enter of the Dragon merupakan film produksi patungan Amerika – Hong Kong yang tercatat meraih $90 juta di seluruh dunia.

Pada pertengahan 70-an, memperlihatkan beberapa usaha para pembuat film lokal untuk memproduksi film berbahasa kanton. Satu pemicunya adalah film komedi sukses The House of 72 Tenants (1973) produksi SB yang merupakan satu-satunya film berbahasa kanton yang diproduksi tahun ini. Produksi film berbahasa kanton kembali bergairah terutama setelah film komedi kontemporer Games Gambler's Play (1974) produksi GH yang dibintangi Hui Bersaudara memecahkan rekor box office domestik. Sukses film ini mengubah arah industri film Hong Kong ke depan. Pada tahun 1974 tercatat hanya 21% film berbahasa kanton diproduksi dan tren ini terus berkembang hingga kelak film berbahasa mandarin sama sekali tidak diproduksi di awal 80-an.

Pada akhir dekade 70-an, GH mengambil-alih kendali pasar menjadi studio nomor satu di Hong Kong. GH kembali melakukan terobosan besar dengan mengontrak aktor muda berbakat sebagai pengganti mendiang Lee, yakni Jacky Chan. Chan melalui Snake in the Eagle Shadow (1978) yang mengkombinasikan aksi kung-fu dengan komedi (kelak menjadi cirinya) terbukti menjadi formula yang sangat diminati penonton. Film-film selanjutnya seperti Drunken Master (1978) serta debut sutradaranya, Fearless Hyena (1979) yang sukses di pasaran semakin meroketkan namanya. Sukses GH serta melemahnya dominasi SB juga membuat para produser dan studio independen semakin menggeliat. SB sendiri masih berproduksi hingga tahun 1987 sebelum akhirnya beralih penuh ke televisi.

Era Emas

Sejak era 80-an, industri film Hong Kong boleh dibilang berubah secara radikal. Para produser dan sineas independen semakin bebas berkreasi dengan ide yang lebih segar. Industri film pada dekade ini mengalami tahap kematangan serta kreatifitas yang belum pernah dicapai era-era sebelumnya. Era gemilang ini berlanjut hingga awal dekade depan ditandai dengan rekor produksi sebanyak 178 judul film pada tahun 1992. Langkah besar dipicu oleh studio baru, Cinema City yang didirikan tahun 1980. Studio ini mengkhususkan diri pada produksi film aksi komedi ber-setting urban dengan film-film sukses macam Chasing Girls (1981) dan Aces Go Places (1982). Parodi ala James Bond, Aces Go Places bersama empat sekuelnya tercatat merupakan seri komedi paling sukses pada dekade ini.

Era ini juga ditandai dengan kemunculan sineas-sineas berbakat yang karirnya dimulai dari televisi, seperti Tsui Hark, Ann Hui, John Woo, Ringo Lam serta lainnya. Tidak seperti Hark dan Woo, sineas wanita Ann Hui memproduksi film-film dengan beragam variasi genre, yakni drama, aksi, horor, fantasi, dan lainnya. Film drama The Boat People (1982) dianggap merupakan salah satu karya terbaiknya. Tsui Hark sukses dengan film-film aksi kung-fu cepat dan energik macam Zu: Warriors from the Magic Mountain (1983), Peking Opera Blues (1986) hingga karya fenomenalnyaOnce upon a Time in China (1991) yang membesarkan nama Jet Li. Sementara Woo dikenal dengan film-film gangster full action seperti A Better Tomorrow (1986) dan The Killer (1989) yang mengangkat nama aktor karismatik Chow Yun-fat. Tsui Hark dan John Woo pada pertengahan dekade mendatang melanjutkan karirnya di Hollywood.

Sang superstar, Jacky Chan setelah sukses dengan film-film kung-fu pada dekade lalu melanjutkan suksesnya dengan film-film aksi berlatar kontemporer, seperti Project A (1983), Police Story (1985) dan Armour of God (1986). Dalam semua filmnya, Chan tidak pernah menggunakan pemain pengganti untuk melakukan adegan berbahaya. Di masa mendatang Chan semakin menanjak popularitasnya bahkan kini menjadi bintang top Hollywood. Kolega Chan, Sammo Hung pada dekade ini sukses dengan film-film aksi-komedi horor, Encounter of the Spooky Kind dan The Dead and the Deadly (1982) yang mempelopori sukses genre "hantu" pada dekade ini. Beberapa bintang lain yang menonjol antara lain aktris Brigitte Lin yang sukses dengan film-film roman silat serta aktor spesialis komedi, Stephen Chow yang meraih sukses awalnya melalui film komedi "judi", All for the Winner (1990).

Sukses sinema mainstream ternyata juga diikuti film-film nonmainstream (art film) di kancah film internasional. Para sineas seperti Wong Kar-wai, Stanley Kwan, Clara Law, Mabel Cheung menekankan pada tema serta gaya yang tidak lazim dalam film-film Hong Kong kebanyakan. Satu nama yang paling mencuat hanyalah Wong Kar-wai. Wong memulai debutnya melalui As Tears Go By (1988) adalah film garapannya yang paling sukses komersil. Karya-karya terbaiknya berlanjut melalui Days of Being Wild(1991) dan Chungking Express (1994) namun adalah Happy Togethers(1997) yang membuat namanya meroket setelah meraih penghargaan sineas terbaik dalam Cannes Film Festival. Film-film Wong sendiri dikenal memiliki gaya visual yang unik serta kolaborasinya dengan aktor-aktris, Tony Leung dan Maggie Cheung. Dua bintang ini juga terlibat dalam In the Mood for Love (2000) yang kini dianggap merupakan salah satu karya masterpiece Wong.

Era Kejatuhan hingga Kini

Sekitar pertengahan era 90-an merupakan era paling gelap dalam sejarah industri film Hong Kong. Produksi film lokal dari tahun ke tahun terus merosot tajam. Pada tahun 1997 tercatat jumlah produksi film dibawah seratus judul film, terburuk sejak dua dekade silam. Banyak faktor yang melatarbelakangi kejatuhan perfilman Hong Kong, antara lain krisis keuangan yang melanda Asia, banyak sineas serta aktor besar yang hijrah ke Hollywood, kualitas film yang semakin menurun, pembajakan film yang makin marak, dominasi film-film Hollywood, serta paling berpengaruh adalah pemindahtanganan Hong Kong ke Cina dari tangan pemerintah Inggris pada tahun 1997. Janji pemerintah Cina untuk mendukung industri film belum menunjukkan hasil, justru industri malah ditekan melalui sensor film yang ketat. Tahun 2003, Pemerintah lokal mengeluarkan kebijakan yang mengajak bank lokal untuk mendukung industri film namun hasilnya juga masih belum maksimal.

Pada era kelam ini para pelaku industri mencoba menggunakan beberapa formula baru untuk memikat penonton muda datang ke bioskop diantaranya mengkasting bintang-bintang (juga penyayi pop) muda seperti Ekin Cheng dan Nicholas Tse, serta membuat film-film aksi kaya efek visual ala Hollwood. Tren ini tampak dalam film-film seperti Downtown Torpedoes (1997), The Storm Riders (1998),Gen X-Cop (1999), Time and Tide (2000), danLegend of Zu (2001). Sang superstar, Stephen Chow sukses fenomenal dengan dua film komedi uniknya, Shaolin Soccer (2001) dan Kung Fu Hustle (2004). Kung Fu Hustle bahkan sukses meraih nominasi Oscar untuk film berbahasa asing terbaik. Film-film gangster dankriminal juga cukup sukses, seperti Young and Dangerous (1996) dan Infernal Affairs (2002) bersama sekuel-sekuelnya. Infernal Affairs bahkan di-remake Hollywood melalui The Departed (2006) yang meraih Oscar untuk Film Terbaik.

Hingga saat ini pun kondisi perfilman Hong Kong masih jauh jika dibandingkan era emas 80-an. Industri film kini hanya memproduksi sekitar 50-an judul film saja per tahunnya. Sayangnya, di saat industri film semakin merosot justru popularitas film-film Hong Kong di negara barat semakin meningkat. Sineas dan bintang-bintang Hong Kong seperti John Woo, Jacky Chan, Jet Li, serta Chow Yun-fat sudah menjadi bagian dari Hollywood. John Woo bahkan dipercaya memproduksi film-film berbujet besar macam Broken Arrow (1996), Face/Off (1998), Mission Impossible 2(2000), dan Windtalkers (2002) bersama bintang-bintang top macam Tom Cruise, Nicholas Cage, dan John Travolta. Jacky Chan meraih sukses melebihi karirnya di Hong Kong melalui tiga seri aksi-komedi, Rush Hour. Sementara penata laga kawakan, Yuen Woo-ping hingga kini masih menjadi langganan dalam banyak film aksi laga Hollywood. Pengaruh sinema Hong Kong pun juga tampak dalam karya-karya sineas besar seperti Quentin Tarantino, Robert Rodriguez, Wachowsky Bersaudara, hingga Martin Scorcese. Sebagai penutup, perkembangan industri perfilman dunia boleh jadi tidak memiliki warna seperti saat ini jika sinema Hong Kong tidak pernah eksis. 





sumber

--
Posting oleh Blog Dijamin Hot ke Unik pada 3/15/2012 11:36:00 PM

[Unik] Worlds Most Eco-friendly Sports Stadiums

Posted: 15 Mar 2012 11:06 PM PDT

type="html">
Sustainability is one of the top priorities these days in the field of architecture. Architects from all around the world are coming up with highly engineered structures combined with many sustainable features, and sports stadiums are no exception. Lately, we have seen sports stadiums from different cities going green and moreover, most of the new designs being proposed for the sports stadiums all around the globe are green in a way or the other. Here we have a delight for all the eco conscious sports fans – a list of world's most beautiful, eco-friendly sports stadiums.
main stadium
main stadium

• Garden Stadium:
garden stadium
garden stadium
China's Dalian Shide Stadium will get new life with the green refurbishment that it will get from Cox Architects. This proposal of redesigning the old stadium will give birth to a new and improved stadium that will be known as the Garden Stadium. It is designed to emulate a garden with green walls, which filter air, reduce greenhouse gases and also provide an adequate level of insulation. The new stadium will offer spectacular views across the ocean and out to the mountains and the center city. The roof of the stadium is a flexible system of cables and fabric, which reduces its overall environmental impact. The walls are clad with living plants that change their appearance depending on the seasons. On the inside the walls feature giant LED panels, which are powered by wind turbines and solar cells installed on the walls, roof and the site.
• Nationals Park:
nationals park
nationals park
The Nationals stadium, the present ballpark for the Washington Nationals is here to make a difference with its eco-friendly credentials. Dubbed the Nationals Park, the $611 million baseball stadium includes energy-efficient lighting, low-flow water features, and a 6300 square foot green roof that covers the concession area. Other interesting features embrace a water filtration system built directly underneath the stadium, which is made using sand filters pollutants from the water. The unique filtration system also separates water used for cleaning the ballpark from rainwater that falls on the ballpark, treating both sources before releasing all the water to the sanitary and storm water systems.
• The World Games Stadium:
world games stadium
world games stadium
Designed by renowned Japanese architect Toyo Ito, the World Games Stadium has a fascinating snake roof giving a dragon like feel. Not only is the roof aesthetically pleasing, but it also displays green aspects with the solar panels that cover the roof. The energy produced by the panels powers the entire stadium, in addition to getting some money from selling surplus power to Kaohsiung. This one is one of the very noticeable stadiums in the world.
• Incheon Stadium:
incheon stadium
incheon stadium
After designing next-gen architecture that will serve as sustainable futuristic residences, architects are now working on ways the gaming arena can be made green. Populous and Heerim Architects and Planners have come up with the master plan for the Incheon Stadium in South Korea that will host the 17th Asian Games in 2014. The adaptable stadium will have a seating capacity of 70,000 for the Asian Games and will transform into a 30,000 seat stadium and a public park after the games are over. The design will be linked to the surrounding parklands to make it an open, accessible building for the visitors.
• Melbourne Rectangular Stadium:
melbourne rectangular stadium
melbourne rectangular stadium
The Melbourne Rectangular Stadium that combines state-of-the-art engineering with sustainability has a bubble-like façade and is expected to be completed in 2010. Designed by Cox Architects, the stadium will have enough space to seat about 30,000 spectators and features a unique cantilever design, which coupled with a triangular panelized façade uses 50% less steel than a typical cantilevered roof structure. The envelope will be composed of a combination of glass, metal and louvers, and the architects are planning a photovoltaic thin-film integration that will help power the stadium's LED lighting units. The dome will also feature a rainwater harvesting system, natural lighting and natural ventilation to lower the structure's dependence on grid electricity.
• Franco Sensi:
franco sensi
franco sensi
Gino Zavanella just recently unveiled the blueprints of a new stadium in Rome, dubbed theFranco Sensi, and it is wholly studded with solar panels. Here, you could see the blast messages batting an eyelid via a LED screen when the game is on. Catering to the Italian soccer fans, the Gau arena in Rome will also have an integral museum highlighting the exploits of Rome's soccer team. n addition, you will see it equipped with the basic modern facilities like restaurants, lounges, and bars complementing its regular seating. The highly efficient solar photovoltaic panels will hinge on a peripheral zinc-titanium membrane shell. There will be another water-resistant layer allowing 80% of all light to pass through it.
• Tokyo Olympic Stadium:
tokyo olympic stadium
tokyo olympic stadium
While the IOC just one day away from announcing the winning city that will host the 2016 Olympics, the Tokyo 2016 Bid Team has announced that the Tokyo Olympic Stadium will cater to the environment, as it will be the first of its kind to be powered entirely by solar energy. The bid also includes the renovation of several existing sporting facilities that will reduce demand for new materials and new structures that can have a negative effect on the ecosystem. Apart from providing green power, the stadium will also be offering the most compact games plan in history, with 97% of venues within an 8km radius of the Olympic Stadium and Olympic village located in the center of Tokyo.
• New Meadowlands Stadium:
new meadowlands stadium
new meadowlands stadium
The New York Giants, New York Jets and the United States Environmental Protection Agency have joined to make the New Meadowlands Stadium one of the greenest sports venues come 2010. A former brownfield site will soon see a stadium that will incorporate the use of 40,000 tons of recycled steel, environmentally friendly concrete and seating made partially from recycled plastic and scrap iron. Special heed will be to aspects like energy efficiency and water consumption. As far as the concession plates, cups and trays are concerned, all of them will be made from eco-friendly material. In order to mitigate the harmful effects of carbon emissions on the environment, all the vehicle used during construction will be run on cleaner diesel fuel.
• 2014 Winter Olympic Stadium:
2014 winter olympic stadium
2014 winter olympic stadium
The main stadium for the 2014 Winter Olympic and Paralympic Games to be held in Sochi, Russia will be designed by Populous. The stadium with a seating capacity of 40,000 is expected to incorporate sustainable features like a shimmering crystalline skin, which will be translucent during the day and come alive at night with color and spectacle of the game. The eco-stadium is expected to include features like advanced material technology, lightweight structures, day lighting and natural ventilation. It will turn out to be one of the most stunning eco-stadiums in the world.
• Shanghai Stadium:
shanghai stadium
shanghai stadium
The Shanghai Stadium will serve as one of the Football venues for the 2008 Games. Built in 1997, the stadium covers 380,000 square meters with a seating capacity of 80,000 and now the stadium has been awarded two million yuan (US$273,972) by the Xuhui District government for its environmental protection achievements. The stadium previously had two 28-meter chimneys with three boilers consuming 2,500 tons of oil every year. It began a three-year plan for environmental improvement last year and the chimneys have been rebuilt and the three boilers converted. Hope other stadiums follow the same lines and play green!
• London 2012 Olympic stadium:
london 2012 olympic stadium
london 2012 olympic stadium
Designed by HOK Sport and Peter Cook, the London 2012 Olympic stadium will create waves with its sustainable design. Material that will have a low impact on the planet will go into the construction. The lean, compact and lightweight stadium will include a façade wrapped in environmentally friendly hemp. The materials that will go into making this amazing eco-stadium recycled polymer based fabric and hemp.
• Cowboys Stadium:
cowboys stadium
cowboys stadium
Cowboys Stadium is a domed stadium with a retractable roof in Arlington, for the National Football League's Dallas Cowboys. Designed by the Dallas-based architectural firm HKS, the $650 million stadium is all set to become the first sports venue accepted into a federal program for environmentally friendly buildings. The stadium will be constructed aiming to reduce solid waste by 25%, energy use by 20% and water consumption by 1 million gallons annually. Green credentials that the eco-stadium will boast are use of native trees and plants, purchases of some renewable energy, and use of recycled plastic in seats and the playing field.




--
Posting oleh Blog Dijamin Hot ke Unik pada 3/15/2012 11:06:00 PM

0 komentar:

Blog Archive


Blogspot Template by Blogger and Supported by Ralepi.Com - Ducati Motorcycle